Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Business Strategy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Business Strategy. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Maret 2011

Kesepakatan Apple Dan Intel

Sebuah Pandangan Atas Koopetisi Sebagai Salah Satu Strategi Kompetitif:
Kisah Dari Kesepakatan Apple Dan Intel




Edy Jayani
Mahasiswa Program Pasca Sarjana Universitas Bina Nusantara
Jurusan Magister Manajemen Sistem Informasi
Kelas 01 - MAM


PERAN MANAJEMEN PORTFOLIO I.T. DALAM MENENTUKAN STRATEGI INVESTASI I.T. AGAR SELARAS DENGAN STRATEGI DAN TUJUAN BISNIS KORPORAT

PERAN MANAJEMEN PORTFOLIO I.T. DALAM MENENTUKAN STRATEGI INVESTASI I.T. AGAR SELARAS DENGAN STRATEGI DAN TUJUAN BISNIS KORPORAT


Edy Jayani
Graduate Program in Information System Management BINUS, NIM: 0832200121, email: edyjayani@cni.co.id



Abstract:
Perubahan di bidang IT akan senantiasa meningkatkan kecepatan kerja dan memberikan dampak, banyak perusahaan tetap mengurangi atau mempertahankan tingkat belanja IT mereka di ambang yang mereka miliki saat ini. Para CIO dan manajemen di bidang IT sekarang dituntut untuk menyatakan nilai bisnis dari IT, IT dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas layanan dan solusi dan kinerja dari perusahaan. Investasi IT yang dikelola secara efisien dan efektif dan mampu memenuhi tuntutan misi dan bisnis yang mana dapat menciptakan sumber penghasil nilai-pendapatan yang baru, membentuk keunggulan daya saing yang penting, meningkatkan produktivitas dan kinerja, serta mengurangi biaya-biaya. Secara sama pula investasi IT yang dilelola secara buruk bisa menyeret perusahaan tempat ia berada ke dasar jurang. Manajemen portfolio IT adalah sebuah alat yang dapat membantu perusahaan selama masa perkembangannya yang pesat maupun saat iklim ekonomi sedang tidak bersahabat. Manajemen portfolio mendukung perbaikan yang disiplin dan mengacu pada konsistensi, keterulangan, dan akuntabilitas. Akan tetapi tantangan utama bagi perusahaan selama periode perkembangannya atau kelesuannya ialah bagaimana caranya menyelaraskan dengan tujuan strategis korporat dan menciptakan kerangka kerja untuk mengukur, menyeimbangkan, memprioritaskan, memilih, dan secara fleksibel mengubah komposisi investasi IT dan aset IT.


Keywords: Investasi IT, Strategi bisnis, Portfolio IT, Nilai bisnis dari IT, Aset IT

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI KNOWLEDGE SHARING ENABLER DALAM MENUNJANG PELAYANAN PURNA JUAL ICHI-I INFRA RED COOKING STOVE*

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI
SEBAGAI KNOWLEDGE SHARING ENABLER
DALAM MENUNJANG PELAYANAN PURNA JUAL
ICHI-I INFRA RED COOKING STOVE*




Edy Jayani
Graduate Program in Information System Management BINUS, NIM: 0832200121, email: edyjayani@cni.co.id



Abstract:
PT Citra Nusa Insan Cemerlang atau CNI ialah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan produk secara ritel dengan sistem pemasaran berjenjang, atau lebih dikenal dengan istilah Multi Level Marketing. Saat ini produk-produk yang dijual oleh CNI terdiri atas beraneka ragam jenis produk yang digolongan ke dalam beberapa brand antara lain Food & Beverage, Health Food, Personal Care, House Hold & Farming Catalyst. Produk-produk yang memiliki kompleksitas tinggi harus memiliki layanan purna jual karena harga jual yang relatif tinggi. Ternyata untuk House Hold & Catalyst, keluhan yang paling banyak selama bulan Januari 2008 sampai Juni 2008 dialamatkan untuk produk Ichi-I Infra Red Stove. Tulisan ini akan menunjukkan bagaimana penerapan inventory management dengan ERP dan implementasi sistem Knowledge Management dapat meningkatkan layanan purna jual dan servis terhdap produk Ichi-I Infra Red Stove ini.

Keywords: Knowledge Management, Knowledge Sharing, After Sale Service, Sparepart, CNI, Multi Level Marketing

Pengukuran Kinerja Organisasi IT Di Perusahaan Berdasarkan Sisi Kapabilitasnya

Pengukuran Kinerja Organisasi IT Di Perusahaan Berdasarkan Sisi Kapabilitasnya


Edy Jayani
Program Pasca Sarjana Universitas Bina Nusantara
edyjayani@cni.co.id

 
Abstrak

Untuk bisa berada dalam keselarasan, proses bisnis inti dari suatu perusahaan haruslah berjalan karena adanya kapabilitas IT yang terintegrasi di dalamnya. Setiap perubahan atau perbaikan dari proses bisnis inti haruslah dilakukan dengan pengetahuan yang mendalam mengenai bagaimana IT dapat digunakan untuk meningkatkan atau menyederhanakan proses tersebut. Penyelarasan bisnis proses dan desain IT bukanlah pekerjaan mudah, akan tetapi beberapa perusahaan sudah mampu melakukannya. Setelah penyelarasan tercapai, perusahaan dapat dengan sungguh-sungguh melakukan diferensiasi dan mencapai pertumbuhan yang baik meskipun dalam prosesnya mengalami hambatan dan tantangan. Balanced Scorecard yang awalnya dikembangkan oleh Kaplan dan Norton adalah sebuah sistem pengelolaan kinerja yang memungkinkan perusahaan mengendalikan strategi mereka di dalam pengukuran dan tindak lanjut. Balanced Scorecard telah diaplikasikan di bidang IT. Tulisan kali ini akan menunjukkan bagaimana sebenarnya Balanced Scorecard bisnis terhubung dengan Balance Scorecard IT dan dengan cara ini mendukung pengelolaan IT/bisnis dan proses penyelarasan.

4 Alasan - Alasan Di Balik Kebangkitan Kembali Apple Inc.

4 Alasan-Alasan Di Balik
Kebangkitan Kembali Apple Inc.Rata Penuh

Edy Jayani,

Program S2 MMSI
Universitas Bina Nusantara


Pendahuluan

Apple Inc., yang dulunya bernama Apple Computer Inc., adalah perusahaan multinasional dari Amerika yang merancang dan membuat produk-produk elekronik dan piranti lunak. Produk-produknya yang terkenal di antaranya komputer Macintosh, pemutar musik iPod, dan telepon seluler iPhone. Piranti lunak dari Apple di antaranya ialah sistem operasi Mac OS X, browser media iTunes, paket iLife untuk perancangan multimedia, paket iWork untuk piranti lunak produktivitas, dan Final Cut Studio, suatu paket piranti lunak yang ditujukan bagi para profesional di bidang audio dan industri film. Apple memiliki lebih dari 250 gerai retail di sembilan negara dan sebuah toko online di mana perangkat keras dan piranti lunak Apple dijual.
Apple didirikan di Cupertino, California pada 1 April 1976 dan menjadi perusahaan pada 3 Januari 1977. Pada saat itu Apple bernama lengkap “Apple Computer, Inc.”, nama yang digunakan selama 30 tahun. Pada 9 Januari 2007, kata “Computer” dihilangkan untuk merefleksikan ekspansi Apple ke pasar elektronik konsumen, selain pasar tradisional mereka yaitu komputer pribadi. Pada tahun fiskal 2008, Apple membukukan penjualan di seluruh dunia sebesar $32.48 milyar. Di tahun yang sama pula majalah Fortune menobatkan Apple sebagai perusahaan yang paling diminati di seluruh Amerika Serikat. Kita pun mungkin mengenal Apple sebagai perusahaan seperti yang digambarkan oleh majalah Fortune, akan tetapi Apple juga pernah mengalami masa-masa kelamnya. Bagaimana Apple bisa memutar kembali roda nasibnya sehingga menjadi Apple seperti yang sekarang ini, hal tersebut akan dibahas pada bagian berikutnya.
Era 1976–1980
Apple didirikan pada 1 April 1976 oleh Steve jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne, untuk menjual perangkat komputer pribadi bernama Apple I. perangkat ini dibuat dengan tangan oleh Steve Wozniak dan pertama kali dipertunjukkan di muka umum di Homebrew Computer Club. Apple lalu berubah menjadi perusahaan pada 3 Januari 1977, tanpa Wayne yang menjual bagian sahamnya kepada Steve Jobs dan Steve Wozniak seharga $800. Mike Markkula lalu bergabung memberikan keahlian bisnis yang penting dan berhasil meminjam dana sebesar $250,000 saat Apple berubah menjadi perusahaan.
Apple II lalu diperkenalkan pada 16 April 1977 di pameran komputer West Coast Computer Faire. Produk ini berbeda dari rival-rival utamanya saat itu, TRS-80 dan Commodore PET, karena Apple II hadir dengan tampilan berwarna dan berarsitektur terbuka. Jikalau model-model lain menggunakan kaset pita sebagai alat penyimpanan, Apple II menggunakan disket floppy 5 1/4 inci sebagai media penyimpanannya.
Pada akhir dekade 1970, Apple memiliki staf yang terdiri atas perancang komputer dan lini produksi. Apple II lalu diikuti oleh Apple III pada Mei 1980 seiring kompetisi yang berlangsung dengan IBM dan Microsoft di pasar komputer bisnis dan perusahaan. Steve Jobs dan beberapa karyawan Apple lalu mengunjungi fasiitas riset PARC milik Xerox pada bulan Desember 1979 untuk melihat Xerox Alto. Xerox mengijinkan para insinyur dari Apple selama tiga hari untuk mengakses fasilitas PARC, sebagai imbalan atas saham pra-penawaran saham perdana Apple sebesar $1 juta. Steve Jobs lalu yakin bahwa di masa depan semua komputer akan menggunakan antar muka grafis, dan mulai mengembangkan antar muka grafis untuk perangkat Apple Lisa.